30 Jun 20264 menit baca
Tumpak Sewu atau Madakaripura: Memilih Air Terjun Sesuai Gaya Perjalanan
Dua air terjun besar di jalur yang sama, dengan pengalaman yang sangat berbeda. Ini cara memilihnya.

Kalau kamu menyusun rute di sisi selatan Jawa Timur, dua nama ini pasti muncul bersamaan: Tumpak Sewu di Lumajang dan Madakaripura di Probolinggo. Keduanya air terjun besar, keduanya bisa dikunjungi dalam satu trip yang sama, tapi karakternya berlawanan. Memilih salah satunya dengan alasan yang tepat bikin perjalananmu jauh lebih pas.
Tumpak Sewu untuk yang ingin badan bergerak
Daya tarik utama Tumpak Sewu adalah turun ke dasar tebing. Jalurnya tanah dan batu, pegangan tali di beberapa titik, dan pasti licin kalau gerimis. Sampai bawah, kamu dihadapkan tirai air hampir seratus meter dan kabut yang membasahi seluruh baju. Pengalaman ini menyita setengah hari penuh dan butuh kebugaran yang lumayan.
Madakaripura untuk yang ingin pemandangan cepat
Madakaripura lebih pendek. Dari parkiran, jalan kaki dua puluh menit menyusuri sungai sampai ujung ngarai, dan di sanalah air jatuh 200 meter dalam bingkai dinding batu. Tidak ada pendakian berat, cukup sandal gunung karena batunya bulat dan licin. Sepuluh puluh menit di lokasi sudah lebih dari cukup untuk menikmatinya.
Kombinasi yang kami sarankan
Untuk perjalanan dua hari dari Malang, urutan yang paling sering kami jalankan adalah Bromo di hari pertama, menginap di area Probolinggo, lalu Madakaripura di pagi hari kedua. Tumpak Sewu kami jalankan sebagai trip tersendiri satu hari penuh, atau digabung ke rute kustom untuk yang mau dua air terjun sekaligus. Aturannya sederhana: kalau rombonganmu ada anak kecil atau lansia, pilih Madakaripura. Kalau semua pesertanya dewasa dan ingin pengalaman yang lebih besar, Tumpak Sewu tidak akan mengecewakan.

