Lompat ke konten
Kembali ke jurnal

24 Jul 20266 menit baca

Melihat Blue Fire Kawah Ijen: Waktu Terbaik dan Persiapan

Api biru hanya menyala beberapa jam per malam. Ini cara menyusun jadwalnya supaya tidak datang sia-sia.

Danau kawah Ijen berwarna toska dikelilingi tebing

Blue fire Ijen bukan iluminasi dan bukan editan. Ini nyala gas belerang yang terbakar di tebing kawah, menyala biru elektrik, dan cuma ada di dua tempat di dunia. Karena itu satu-satunya alasan banyak orang bangun tengah malam di Banyuwangi, wajar kalau jadwalnya perlu dipikirkan matang.

Jendela waktunya sempit

Nyala biru hanya terlihat sejak sekitar pukul 01.00 dan memudar saat fajar menyingsing, kira-kira pukul 04.30. Artinya kamu harus sudah berada di bibir kawah sebelum pukul 01.00, yang berarti mulai mendaki sekitar pukul 23.00 dari Paltuding. Kalau berangkat dari Malang, kendaraan keluar kota paling larat pukul 17.00. Satu jam keterlambatan bisa membuat kamu tiba saat apinya sudah padam.

Peralatan yang wajib

  • Gas masker, bukan masker kain, karena uap belerang membuat batuk berat
  • Lampu kepala dengan baterai cadangan, jalurnya gelap total
  • Jaket angin, di bibir kawah angin kencang dan dingin
  • Sepatu grip, jalur turun ke dasar kawah berpasir dan licin
  • Sarung tangan, batu di dekat nyala panas dan gasnya menyengat

Turun ke dasar kawah itu opsional

Melihat dari bibir kawah saja sudah fantastis. Turun ke dasar menambah pengalaman, tapi juga menambah risiko, karena kamu berjalan melewati jalur penambang dan area gas. Kalau kamu punya masalah pernapasan atau bawa anak, berhenti di bibir kawah adalah keputusan yang benar, bukan penyerahan. Trip kami selalu memberi opsi ini jelas sebelum berangkat.

Satu catatan terakhir: activity level kawah Ijen naik turun. Ada periode status waspada ketika jalur ditutup, dan pengecekan status sebelum berangkat itu wajib, bukan formalitas. Kami membatalkan atau menggeser trip saat status tidak aman, dan kamu sebaiknya menuntut hal yang sama dari penyedia manapun.

Tulisan lain